Upacara Hari Guru Nasional 2025 di Riau Berlangsung Khidmat, Pemerintah Paparkan Program Prioritas Pendidikan
Pekanbaru, Mimbarnegeri.com — Kegiatan Upacara memperingati HUT ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sekaligus Hari Guru Nasional 2025 digelar di halaman Kantor Gubernur Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru, Selasa (25/11/2025) pukul 07.45 WIB.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Guru Bermutu, Indonesia Maju, Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas.”
Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Harianto, bertindak sebagai pembina upacara. Sementara itu, pimpinan upacara diamanahkan kepada Benny Rio Denaldy, M.Si, Kepala SMAN 13 Pekanbaru.
Kegiatan berlangsung khidmat diikuti peserta upacara, jajaran TNI-Polri, unsur pemerintah provinsi, tokoh pendidikan, dan sekitar 70 undangan.
Sejumlah pejabat tampak hadir mewakili institusi masing-masing, di antaranya Pangdam XIX/Tuanku Tambusai diwakili Irdam Brigjen TNI Totok Sutrisno, Danlanud RSN diwakili KadisTer Lanud Rsn Kolonel Tek Fana M.han, Danrem 031/WB diwakili Kasi Pers Kolonel Inf Ferdinand, S.Pd.K, Kapolda Riau diwakili Dirbinmas Kombes Pol Eko Budi P., S.I.K, Kejati Riau diwakili Asisten Tindak Pidana Umum Otong Hendra Rahayu, S.H., M.H,
Asisten I Pemprov Riau Zulkifli Syukur, Ketua PGRI Provinsi Riau, Prof. Dr. H. Adolf Bastian, M.Pd
Adapun pasukan upacara melibatkan perwakilan pembaca UUD 1945, Korsik Satpol PP Provinsi Riau, tiga kompi guru, serta kelompok paduan suara.
Rangkaian upacara diawali dengan masuknya pemimpin dan pembina upacara ke lapangan, dilanjutkan penghormatan umum dan laporan kesiapan kegiatan.
Pengibaran bendera Merah Putih berlangsung penuh khidmat diiringi lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan hening cipta dan pembacaan teks Pancasila.
Seluruh peserta juga menyanyikan Hymne Guru dan Terima Kasih Guruku sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi para pendidik di seluruh Indonesia.
Dalam amanat Menteri Pendidikan yang dibacakan Pembina Upacara SF Harianto menyampaikan sejumlah program peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.
"Pada 2025, pemerintah memberikan beasiswa Rp3 juta per semester bagi 12.500 guru berpendidikan di bawah D-IV/S1 melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau. Selain itu, berbagai pelatihan disiapkan, mulai dari Pendidikan Profesi Guru, penguatan kompetensi Bimbingan Konseling, Deep Learning, Coding, Kecerdasan Artifisial, hingga kepemimpinan sekolah," kata Sf Harianto dalam amanat Menteri Pendidikan.
Pemerintah juga memberikan tunjangan sertifikasi sebesar Rp2 juta per bulan untuk guru non-ASN, satu kali gaji pokok untuk guru ASN, serta insentif Rp300.000 per bulan bagi guru honorer.
Pada tahun 2026, kuota beasiswa ditingkatkan menjadi 150.000 guru, tunjangan guru honorer dinaikkan menjadi Rp400.000 per bulan, serta beban administratif dipangkas agar guru dapat fokus meningkatkan kualitas pembelajaran.
Menteri juga menegaskan pentingnya perlindungan hukum terhadap guru. Nota kesepahaman telah ditandatangani dengan Kepolisian RI untuk memastikan penyelesaian damai (restorative justice) terhadap persoalan guru dalam menjalankan tugas mendidik.
Dalam amanatnya, beliau menegaskan bahwa guru adalah agen pembelajaran dan peradaban, memiliki tanggung jawab membangun nalar kritis, akhlak mulia, dan karakter bangsa di tengah tantangan sosial seperti ketergantungan gawai, judi online, hingga persoalan ekonomi keluarga.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Pendidikan kepada guru dan kepala sekolah daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Pemerintah provinsi juga memberikan penghargaan kepada pemenang lomba tingkat provinsi.
Selain itu, dilakukan penandatanganan pedoman kerja sama antara PGRI Provinsi Riau dengan Polda Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau, terkait mekanisme penanganan perkara dan pengamanan profesi guru dalam menjalankan tugas. (rima)



Tulis Komentar