Ahmad Korban Pengeroyokan Minta Kapolda Riau

Usut Tuntas Dalang Dibalik Pengeroyokan Dan Warga Desak Tangkap Pemilik Senpi Dan Sajam Kelompok KNES

Tapung Hulu. Mimbarnegri.com --|| Ahmat Bahauddin supir truk coll diesel angkutan buah sawit milik masyarakat yang dihakimi puluhan preman Outshorsing Koperasi Nenek Eno Sinama Nenek (KNES) mitranya PT. Niozula Kencana Sejahtera (NKS) dengan menggunakan tutup muka (sebo) pada Rabu (19/11/2025) Ahmad minta Kapoda Riau Irjend Pol Herry Heriawan mengusut sampai tuntas terhadap para pelaku pengeroyokan yang diduga kuat ada aktor intelektual dibalik pengeroyokan tersebut, ungkap Ahmat. Sabtu (22/11/2025) 

Terkait informasi kerjasama opshorshing Koperasi Nenek Eno Sinama Nenek (KNES) dengan PT. Niozula Kencana Sejahtera (NKS) ketika diupayakan konfirmasi Minggu, (23/11/2025) melalui hubungan seluler, 0821 8480 86XX. soal penugasan Yahya dan Yusuf terkait pengamanan kebun sawit milik masyarakat seluas 2.800 hektar ex PTPN 5 yang telah bersertifikat SHM lokasi Desa Sinama Nenek Tapung Hulu Kampar. Yang belakangan ini menimbulkan kegaduhan antara KNES dengan KOPOSAN namun hingga berita ini ditayangkan, belum ada jawapan dari pihak NKS padahal nomor hp yang dihubungi ada nada dering tapi tak direspon.  

 

Ahmat sapaan akrab mengaku didampingi Kuasa Hukum Koperasi Pusako Sinama Nenek (KOPOSAN) Hasiholan Malau SH. telah  melaporkan peristiwa pengeroyokan itu ke Polda Riau Kamis (20/11/2025) terkait dugaan tindak pidana pengeroyokan UU Nomor 1 tahun 1946. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 KUHP yang terjadi di Afdeling 10. berdasarkan surat Nomor : STTLP/B/481/XI/2025/SPKT/Polda Riau tanggal 20 November 2025.ungkap Ahmad lagi.

Menurut Ahmad yang sehari-harinya berprofesi sebagai supir truk coll diesel BM.8739 ZD mengangkut buah sawit milik petani. peristiwa tragis itu terjadi pukul 12.30 Wib. Selasa (19/11/2025) Ahmat kala itu bersama 2 rekannya menuju lokasi pengumpulan tandan buah sawit hasil panenan masyarakat. Namun diperjalanan dihadang segerombolan preman dengan jumlah besar menggunakan topeng (sebo) yang diduga Outshorsing KNES mitranya PT.NKS seketika itu juga tanpa basa basi, para preman dengan menggunakan bambu langsung memukul kaca pintu kiri kanan mobil dan kaca mobil bagian  depan, serpihan kaca berserakan dalam kabin mobil.

Ahmat sempat kena pukul pada bagian punggung. Ijon kernet angkutan sawit dan Ahmat lompat dari mobil melarikan diri meninggalkan truk tersebut. Ahmad dengan menggunakan HP berusaha mengabadikan peristiwa  tersebut, namun HP Ahmat berhasil dirampas gerombolan bersedo itu. Dedi sebagai tukang langsir buah sawit juga jadi sasaran amukan preman. namun sempat melarikan diri. Dari sekian banyak preman bertopeng ada 2 (dua) yang dikenal Ahmat, dan Dedi yakni bernama Yahya dan Yusuf disebut sebut bahwa Yahya Kepala Satpam KNES dan Yusuf Humas PT. NKS. beber Ahmat.

Penasihat hukum Koperasi Pusako Sinama Nenek (KOPOSAN) Hasiholan Malau. SH, ketika dikonfirmasi membenarkan mendampingi korban membuat laporan Polisi ke Polda Riau terkait peristiwa perusakan dan penganiyaan tersebut. Laporan berdasarkan. STTPL Nomor : STTPL/B/481/XI/2025/SPKT/Polda Riau tanggal 20 November 2025. Hasiholan Malau mengecam cara-cara premanisme.

Menurut keterangan saksi bahwa peristiwa penganiyaan tersebut disaksikan Kepala Satpam Koperasi Nenek Eno Sinama Nenek (KNES) Yahya. yang menyaksikan penyerangan oleh kelompok preman bertopeng tersebut. Peristiwa tersebut didalami dan diharapkan profesioanalisme Penyelidikan dan penyidik Polda Riau untuk mencari siapa dalang dibalik peristiwa tersebut, ungkap Hasiholan Malau SH kepada awak media ini. Jumat, (21/11/2025).
 

Petani sawit KOPOSAN mengecam tindakan keji yang dilakukan segerombolan Outshorshing KNES bertopeng melakukan pengeroyokan terhadap Ahmat, Ijon kernet truk, serta Dedi tukang langsir buah sawit milik masyarakat petani KOPOSAN dan truk yang dikenderai Ahmat dirusak serta 1 (satu) unit sepeda motor juga dirusak adalah tindakan pengecut, diduga bahwa segerombolan preman bertopeng itu berasal dari luar Sinama Nenek, takut dikenali masyarakat, makanya setelah truk dan sepeda motor dirusak. puluhan preman bertopeng tersebut langsung meninggalkan lokasi. Aksi brutal yang dilakukan preman bersedo berlangsung sekitart 10 menit.

Keterangan yang berhasil dirangkum dari sejumlah sumber di Sinama Nenek menyebutkan bahwa konflik internal antara kelompok KNES dengan KOPOSAN di Desa Sinama Nenek berawal dari peristiwa penghadangan yang dilakukan kelompok KNES melarang para petani sawit memanen buah sawit dikebunnya sendiri Selasa, (11/11/2025) akibat larangan tersebut terjadi pertengkaran antara pihak KNES dengan petani sawit kelompok KOPOSAN karena masing masing pihak diselimuti emosi, perkelahian tak terelakkan berujung pemukulan terhadap anggota KNES. 

Pemukulan terjadi disebabkan Wismar Susanto alias Ucok anggota Perbakin Riau diduga memiliki senjata api (Senpi) dan senjata tajam (Sajam) jenis sangkur disimpan dalam mobil dan ditemukan juga sajam jenis golok di pos Satpam KNES. ketika salah satu teman Ucok menuju mobil dengan bermaksud mengambil Senpi dan sangkur tersebut. namun keburu ketahuan masyarakat kemudian masyarakat mengejar teman Ucok kearah mobil milik Ucok. yang akan mengambil Senpi tersebut kena bogem masyarakat hingga memar pada bahagian wajah.

Senpi milik Ucok yang juga sebagai anggota “Tigers Shoting Club” Kampar senpi dan sajam disita masyarakat diserahkan kepada TNI yang memantau peristiwa tersebut senpi dan sajam dijadikan barang bukti, dilaporkan ke Polres Kampar namun laporan tersebut dikabarkan ditolak tanpa sebab. padahal berita terkait kepemilikan senpi dan sajam tersebut viral dimedsos. sementara pemilik senpi dan sangkur,  hingga saat ini masih gentayangan menghirup udara segar belum ada tindakan, sehingga menimbulkan tanda tanya ada apa dibalik pembiaran terhadap pemilik senpi tersebut, ujar sumber yang mohon jati dirinya tidak disebutkan dalam pemberitaan. (deri/s.purba)   

TERKAIT