Jum'at, 18 Oktober 2019
Follow:
 
Ekonomi
Pasokan AS Melesat, Harga Minyak Dunia Melorot

Ekonomi - - Kamis, 26/09/2019 - 07:46:08 WIB

Jakarta -- Harga minyak mentah dunia terkoreksi lebih dari 1 persen pada Rabu (25/9). Kenaikan stok minyak Amerika Serikat (AS) menjadi pemicu utama pelemahan harga komoditas tersebut.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) melemah 1,4 persen menjadi US$56,49 per barel. Kemudian, harga minyak mentah berjangka Brent turun 1,1 persen ke level US$62,39 per barel.

Badan Administrasi Informasi Energi AS (EIA) mencatat stok minyak mentah Negeri Paman Sam naik 2,4 juta barel pekan lalu. Realisasi itu berbanding terbalik dengan perkiraan analis yang merosot 249 ribu barel.

Selain itu, pelemahan harga minyak juga terjadi karena Arab Saudi telah memulihkan lebih cepat kapasitas produksi minyaknya pasca serangan pesawat tanpa awak (drone) beberapa waktu lalu.

"Pasar berada di bawah tekanan setelah Arab Saudi mengembalikan kapasitas produksi mereka jauh lebih cepat dari perkiraan pasar," kata Andy Lipow selaku Presiden Lipow Oil Associates, dikutip Kamis (26/9).

Salah satu sumber Reuters menyebutkan Arab Saudi sudah mengembalikan kapasitas produksi menjadi 11,3 juta barel per hari. Pemulihan itu terbilang lebih cepat dari perkiraan pasar.

Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman memastikan bahwa produksi akan sepenuhnya kembali seperti semula pada akhir September 2019. Mengingatkan saja, serangan di fasilitas minyak Arab Saudi beberapa waktu lalu menurunkan 50 persen dari produksi minyak mentah di negara tersebut.

Sementara, pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengkritik perdagangan China saat berpidato saat berpidato di hadapan Sidang Majelis Umum PBB beberapa hari lalu masih direspons negatif oleh pasar. Ia bilang pihaknya tak akan menerima kesepakatan buruk dalam negosiasi perdagangan AS-China.

Hal itu jelas berpengaruh pada harga minyak mentah dunia mengingat China adalah importir minyak terbesar dan konsumen terbesar kedua setelah AS.(cnn)

Komentar Anda :
 
HOME | REGIONAL | POLITIK | EKONOMI | PERISTIWA | AGROBISNIS | BUDAYA | PENDIDIKAN | PARLEMEN | INDEKS
Redaksi | Info Iklan | Disclaimer
Copyright 2012-2019 PT. MIMBAR ANUGERAH NEGERI PERS, All Rights Reserved