Kamis, 19 09 2019
Follow:
 
Politik
Massa Sempat Mundur, Polisi Sebut Kerusuhan Dipicu Provokator

Politik - - Rabu, 22/05/2019 - 07:53:27 WIB

Jakarta -- Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan kerusuhan yang sempat terjadi antara aparat kepolisian dengan massa di sekitar gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Tanah Abang, Jakarta, dipicu oleh provokator.

Padahal, kata Argo, selama aksi yang berlangsung di depan Bawaslu pada Selasa (21/5), berjalan dengan tertib dan massa membubarkan diri dengan damai.

"Tapi malamnya ada segelintir orang yang sengaja membuat provokasi, agar membuat warga terlibat," kata Argo dalam keterangannya, Rabu (22/5).

Meski begitu, Argo menyebut kepolisian, mulai dari Brimob hingga Sabhara, berhasil melakukan pengamanan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Jakarta Pusat.

Di sisi lain, Argo juga menepis isu bahwa ada parat kepolisian yang masuk ke dalam masjid untuk mengejar pengunjuk rasa.

"Isu bahwa personel pengamanan masuk ke masjid-masjid untuk mengejar pengunjuk rasa adalah tidak benar," ucap Argo.

Sebelumnya, bentrokan antara aparat dengan massa di sekitar Jalan Wahid Hasyim - KH Mas Mansyur-Tenabang berlangsung kurang lebih selama 5 jam.

Aparat diketahui telah berhasil membubarkan massa yang menggelar aksi di depan kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin sejak siang. Massa bubar sekitar pukul 20.45 WIB. Jalan MH Thamrin sempat steril dan kembali bisa dilalui kendaraan bermotor ke arah bundaran HI.

Namun, satu jam kemudian, massa kembali berkumpul di sekitar kantor Bawaslu. Mereka bisa berkumpul kembali lantaran aparat sudah membubarkan diri.

Aparat kepolisian dan massa sempat melalukan negosiasi beberapa kali, namun tak berhasil sehingga bentrokan terus berlangsung.

Massa tetap tak mau bubar meski sudah mundur begitu jauh. Posisi mereka sudah berada di jalan mas Mansyur tepatnya dekat dengan kantor wilayah Kemenag Jakarta Pusat. Aparat dan massa terus berbalas gas air mata dan mercon.

Kemudian sekitar pukul 04.15 WIB aparat memutuskan untuk mundur. Mereka tidak melanjutkan. Komandan mereka memberi perintah agar semua personel mundur ke depan kantor Bawaslu. (clc)

Komentar Anda :
 
HOME | REGIONAL | POLITIK | EKONOMI | PERISTIWA | AGROBISNIS | BUDAYA | PENDIDIKAN | PARLEMEN | BIOGRAFI | CATATAN | FOTO | INDEKS
Redaksi | Info Iklan | Disclaimer
Copyright 2012-2017 PT. MIMBAR ANUGERAH NEGERI PERS, All Rights Reserved