Kamis, 23 Mei 2019
Follow:
 
CATATAN HARIAN
Jangan ada Dusta diantara Bahan Bakar Minyak
Sabtu, 24/03/2012 - 09:10:18 WIB

Rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak mendapat penolakan dari masyarakat dan mahasiswa..Demo diberbagai daerah dihampir seluruh negeripun menyeruak. Aksi massa tersebut ada yang berjalan damai, anarkis dan ada juga yang berujung bentrok dengan aparat keamanan.Belum lagi partai politik yang terkesan berusaha mengambil keuntungan politik tanpa beban dengan membombardir pemerintah (baca : Demokrat) dengan statement-statement yang kontraproduktif, yang terkesan bahwa mereka mendukung rakyat. Sementara itu koalisi Partai Pemerintah tak mendapatkan satu suara dukungan pun soal kenaikan bahan bakar minyak tersebut.

Meski kenaikan bahan bakar minyak baru akan dilaksanakan pada 01/04/2012 yang akan datang, tetapi harga bahan kebutuhan bahan pokok sudah naik terlebih dahulu. Inilah trend yang sering terjadi bila bahan bakar akan naik. Aparat Kepolisian dan Instansi terkait pun harus bekerja keras untuk mencari para penimbunan bahan bakar minyak yang dilakukan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab yang pasti nya selalu ada.

Pada dialog yang di taja oleh TV ONE pada acara kabar petang 23/03/2012, Idris Luthfi, politisi asal PKS mengatakan bahwa di tingkat jajaran satgab koalisi tak ada pembicaraan tentang kenaikan bahan bakar minyak, rapat di cikeas kemarin, SBY hanya menyampaikan agar mengamankan RAPBNP untuk lolos pada pembahasan di DPR.

Ramadan Pohan wakil sekjen Partai Demokrat mengatakan, partai koalisi harus patuh dan mendukung kebijakan pemerintah sesuai dengan perjanjian koalisi yang disepakati dan ditandatangani. Dan apabila ada anggota partai politik yang tergabung di partai koalisi pemerintah tidak mendukung kebijakan pemerintah tersebut, siap-siap saja kader partai tersebut di keluarkan dari kabinet indonesia bersatu. Seperti inilah gambaran Demokrasi di Indonesia, masih ada bahasa-bahasa otoriter yang di lemparkan pada saat-saat tertentu dimana jika tak dipatuhi maka sangsi akan diberikan. Dan seperti itulah gambar sebuah lukisan politik di negeri ini, semua harus mengikuti apa yang di putuskan oleh pemimpinnya, bukan keputusan bersama yang berangkat dari kesefahaman dan kesepakatan bersama, inikah yang nama nya Demokrasi?

Rencana kenaikan bahan bakar minyak yang direncanakan pemerintah akan dilaksanakan tanggal 1/04/2012 diprediksi juga akan mengundang harga sejumlah komoditi inti lainnya ikut naik. Lihat saja rencana PLN yang juga sudah memasang ancang-ancang akan menaikkan TDL (Tarif Dasar Listrik) dan Pertamina sudah memasang langkah start akan mengajukan ke Pemerintah menaikkan harga eceran gas dari harga saat ini Rp 3.100,- per-Kg menjadi Rp4.100,- per-Kg. Terbayangkan kah oleh kita jika BBM naik lagi, TDL naik lagi, dan Gas sebagai bahan bakar pengganti juga di Naikkan lagi? Lalu bahan-bahan kebutuhan pokok juga pasti akan ikut naik? Sementara standar kemiskinan semakin turun untuk di Klaim bahwa angka statistik kemiskinan semakin turun? Dan pada sisi lain lahan pertanian rakyat yang terus menjadi semakin sempit, bertukar dengan gadung-gedung tinggi dan jika tak menjadi gedung lahan itu akan menjadi lahan konsesi perusahaan-perusahaan besar yang katanya memberikan kontribusi Pajak yang toh akhirnya Pajak-pajak juga di tilap oleh sekelompok mafia-mafia pajak. Lalu apa yang didapat oleh Rakyat di Negeri ini?

Disinilah saya menilai bahwa manajemen negeri ini salah urus. Segala keputusan kebijakan sama sekali tak berpihak pada kesejahteraan Masyarakat, melainkan hanya kepada sekelompok orang yang berada pada sekelompok partai-partai. Belum lagi adanya indikasi permainan yg dilakukan oleh pihak asing dan pengusaha, karena apabila bahan bakar minyak naik pasti akan di ikuti dengan kenaikan harga gas maka akan banyak para pengusaha dan investor asing membangun SPBG di indonesia. Kita lihat saja nanti.

Jadi kalau memang kenaikan harga bahan bakar minyak memang untuk menyelamatkan APBN yang katanya sia-sia akibat Subsidi bahan bakar minyak yang terlalu tinggi dan yang menikmati justru pada kalangan ekonomi menengah keatas, mungkin kita bisa mengerti.Tapi apabila kenaikan harga bahan bakar minyak itu dilakukan karena keinginan pengusaha ataupun investor asing,kita harus menolak nya.

Dan jangan katakan bahwa, kemungkinan seperti ini tidak ada, karena musim perebutan kursi kekuasaan mulai dari tingkat Kabupaten hingga Kursi Presiden akan di langsungkan tidak lama lagi. Tahun 2013 hingga 2014 adalah tahun-tahun melempar janji dan merayu hati rakyat agar bersedia memilih para penikmat-penikmat kursi kekuasaan di negeri ini. Mereka-mereka yang kini sudah sangat nyaman duduk di rumah rakyat akan melakukan apa pun upaya untuk tetap bisa tetap duduk dengan nyaman. Dan untuk melakukan itu semua mereka kembali membutuhkan biaya, nah, disinilah peran pengusaha-pengusaha. Sezalim itukah perilaku para pemimpin bangsa ini? Entah lah. Yang jelas jangan lah lagi ada dusta di antara kita, terutama jangan ada dusta di kenaikan harga BBM.

Karena jika masih ada dusta, maka tunggu saja waktu untuk jatuh, Dalam pepatah Melayu mengatakan "Raja alim Raja disembah, Raja zalim Raja di sanggah"

(* Wan Subantriarti rakyat indonesia dari pesisir sumatera.
Penggiat Hukum dan Wartawan mimbarnegeri.com

 
HOME | REGIONAL | POLITIK | EKONOMI | PERISTIWA | AGROBISNIS | BUDAYA | PENDIDIKAN | PARLEMEN | BIOGRAFI | CATATAN | FOTO | INDEKS
Redaksi | Info Iklan | Disclaimer
Copyright 2012-2017 PT. MIMBAR ANUGERAH NEGERI PERS, All Rights Reserved